No Result
View All Result
SEJUMLAH elemen masyarakat di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi pada Kamis (24/9/2026).
Aksi tersebut akan menyuarakan sejumlah persoalan yang dinilai berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat, mulai dari layanan transportasi laut, kondisi Pelabuhan Waijarang, hingga ekspansi pembangunan ritel modern Alfamart di Lembata.
Koordinator aksi, Pedro Lerek, mengatakan salah satu tuntutan yang akan disampaikan adalah mendesak Pemerintah Kabupaten Lembata berkomunikasi dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) untuk mendorong penambahan layanan kapal yang menghubungkan Lembata dengan sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur.
Menurut Pedro, momentum Rapat Tahunan PT Pelni yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Lembata.
Salah satu usulan yang akan didorong adalah agar KM Egon dapat menambah rute yang melayani jalur Lewoleba-Larantuka-Maumere-Kupang.
Massa menilai penambahan rute tersebut penting untuk memperkuat konektivitas Lembata dengan daerah lain, terutama dalam menunjang mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi.
Selain meminta penambahan rute Pelni, massa juga mendesak Pemkab Lembata mencari alternatif operator kapal selain PT ASDP Indonesia Ferry.
Pemerintah daerah didorong menjalin kerja sama dengan perusahaan pelayaran swasta atau pihak lainnya untuk membuka rute baru yang dinilai memiliki potensi.
Salah satu rute yang diusulkan adalah Kupang-Lembata-Adonara-Kewapante, Kabupaten Sikka.
Rute tersebut dinilai potensial karena dapat menghubungkan sejumlah wilayah kepulauan di NTT sekaligus memberikan pilihan transportasi laut bagi masyarakat.
Dermaga Waijarang
Selain persoalan layanan pelayaran, massa aksi juga akan mempertanyakan kejelasan perbaikan Pelabuhan Waijarang.
Pelabuhan tersebut disebut mengalami kerusakan sejak November 2025. Namun, hingga kini massa mempertanyakan belum terlihatnya kegiatan perbaikan sebagaimana yang diharapkan masyarakat.
Kondisi itu dinilai membutuhkan penjelasan terbuka dari pemerintah, terutama mengenai status penanganan, rencana pekerjaan, serta kepastian waktu pelaksanaan perbaikan.
Bagi masyarakat, kepastian perbaikan Pelabuhan Waijarang dinilai penting karena pelabuhan tersebut menjadi salah satu simpul transportasi laut yang menunjang mobilitas orang dan barang dari dan menuju Lembata.
Ekspansi Alfamart
Tak hanya transportasi laut dan infrastruktur pelabuhan, massa aksi juga akan menyoroti ekspansi pembangunan ritel modern Alfamart di Lembata.
Pedro mengatakan, persoalan yang ingin mereka soroti bukan semata-mata keberadaan ritel modern, tetapi juga bagaimana pemerintah daerah memastikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelaku usaha lokal tetap memiliki ruang untuk bertahan dan berkembang.
“Kami juga menyoroti ekspansi pembangunan ritel modern Alfamart di Lembata. Kami ingin melihat seperti apa kebijakan pemerintah daerah dalam memproteksi UMKM Lembata agar tidak mati di tengah himpitan dan kompetisi bisnis ritel modern,” kata Pedro.
Menurut dia, pemerintah daerah perlu menjelaskan kebijakan dan langkah konkret untuk melindungi pelaku usaha lokal di tengah berkembangnya jaringan ritel modern.
Ia mengatakan, masuknya ritel modern perlu dilihat tidak hanya dari sisi investasi, lapangan kerja, dan kemudahan konsumen, tetapi juga dari dampaknya terhadap keberlangsungan usaha masyarakat lokal.(*)
No Result
View All Result