No Result
View All Result
ANGGOTA DPRD Lembata, Yoseph Boli Muda, secara blak-blakan mengungkap adanya oknum di internal Puskesmas Loang yang menjadi dalang di balik pemberhentian sementara Fransiska Listiyanti Toja dari jabatannya sebagai Kepala Puskesmas Loang.
Dalam pernyataannya, Yoseph menegaskan bahwa dia mengetahui dengan jelas siapa aktor di balik manuver tersebut.
“Saya tahu betul siapa dalangnya. Itu oknum X. Dia punya kepentingan besar untuk singkirkan Ibu Fransiska,” ujar Yoseph tegas, Selasa 14 Oktober 2025.
Menurut Yoseph, oknum tersebut adalah salah satu dari 12 pegawai yang melayangkan telaahan kepada Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, dan menjadi dasar dikeluarkannya keputusan pembebastugasan Fransiska.
Namun, isi telaahan itu, kata Yoseph, sarat sentimen pribadi dan amat tendensius.
“Isinya hanya persoalan remeh temeh, jauh dari substansi telaahan yang sebenarnya. Tidak ada pelanggaran berat yang dilakukan Ibu Fransiska selama menjabat,” tandasnya.
Politisi Fraksi PKB itu juga menuturkan bahwa dari laporan masyarakat dan sejumlah kepala desa di wilayah Nagawutung, terungkap bahwa justru para pelapor yang sering tidak masuk kantor dan tidak mendukung kebijakan Kapus.
“Gaya mereka itu tidak mau berubah. Suka berleha-leha dan tidak suka mendukung kerja-kerja Puskesmas,” katanya.
Yoseph menilai langkah kelompok pelapor tersebut sebagai perbuatan jahat yang bermotif menjatuhkan sosok berprestasi.
“Ini perbuatan jahat. Telaahan yang mereka buat juga minim substansi,” ujarnya.
Atas dasar itu, Yoseph mendesak Bupati Kanis Tuaq untuk meninjau kembali keputusan pembebastugasan Fransiska, yang dinilainya tidak berdasar dan mencederai akal sehat birokrasi.
“Keputusan ini jelas keliru. Tidak bisa prestasi dibalas sanksi,” katanya.
Ia menegaskan, selama sepuluh tahun terakhir, Fransiska menunjukkan kinerja gemilang dan membawa Puskesmas Loang meraih sejumlah prestasi. Satu diantaranya adalah Puskesmas Loang mendapat Akreditasi Paripurna pertama di Kabupaten Lembata dari Kementerian Kesehatan RI.
“Mewakili masyarakat Nagawutung, kami tetap pertahankan dia karena dia punya prestasi dan dedikasi luar biasa,” tegas Yoseph.
Diketahui, pembebastugasan Fransiska Listiyanti Toja dilakukan setelah Bupati Lembata menerima telaahan dari 12 pegawai Puskesmas Loang tertanggal 28 September 2025. Namun, setelah menelusuri isi surat itu, telaahan tersebut tidak lebih dari serangan personal yang dibungkus dalam bentuk laporan resmi.(*)
No Result
View All Result