No Result
View All Result
AKTIVITAS penangkapan ikan menggunakan bahan peledak yang diduga masih terjadi di perairan selatan Pulau Lembata, kawasan Laut Sawu, memicu kecaman keras dari anggota DPRD Lembata, John Batafor. Praktik destructive fishing dinilai sebagai kejahatan serius yang mengancam ekosistem laut, keberlanjutan nelayan tradisional, serta keselamatan mamalia laut di wilayah tersebut.
John menegaskan, penggunaan bom ikan bukan sekadar pelanggaran hukum perikanan, melainkan bentuk perusakan laut secara brutal yang berdampak jangka panjang. Kerusakan yang ditimbulkan, menurut dia, tidak hanya menghilangkan sumber tangkapan hari ini, tetapi juga merusak masa depan laut, terumbu karang, dan kehidupan masyarakat pesisir.
Ia mengingatkan, Laut Sawu merupakan koridor penting bagi migrasi mamalia laut dunia. Perairan selatan Nusa Tenggara Timur itu menjadi habitat sekaligus jalur lintasan berbagai spesies seperti paus biru, paus sperma, paus pilot, lumba-lumba, hingga dugong.
Menurut John, dampak ledakan di bawah laut jauh lebih besar dibandingkan di daratan karena gelombang suara dan tekanan menyebar lebih cepat serta kuat. Ledakan bom ikan berpotensi merusak pendengaran paus dan lumba-lumba, mengganggu navigasi, memicu stres berat, menimbulkan luka pada organ dalam, hingga mengacaukan komunikasi antar kelompok mamalia laut yang sangat bergantung pada suara untuk bertahan hidup.
Ia memperingatkan, jika ledakan terus terjadi, mamalia laut berpotensi menjauh dari perairan selatan Lembata. Kondisi itu akan mengganggu keseimbangan ekosistem Laut Sawu yang selama ini menjadi kekayaan penting bagi daerah.
Selain mengancam mamalia laut, bom ikan juga menghancurkan terumbu karang, membunuh ikan kecil dan telur ikan, serta merusak rantai makanan laut. Dampak kerusakan tersebut bisa berlangsung puluhan tahun mengingat waktu pemulihan terumbu karang yang sangat lama.
Dia menilai, pembiaran terhadap praktik ini berisiko menurunkan populasi ikan dan melemahkan ekosistem laut. Pada akhirnya, masyarakat pesisir akan menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.
Ia mendesak pemerintah provinsi, aparat penegak hukum, dan instansi terkait segera meningkatkan patroli serta melakukan penindakan tegas terhadap pelaku destructive fishing di Laut Sawu.
Politisi Nasdem ini juga mengajak masyarakat pesisir, nelayan, dan pemuda untuk ikut menjaga laut dengan berani melaporkan aktivitas ilegal yang merusak lingkungan. Menurut dia, keberlanjutan Laut Sawu harus dijaga sebagai sumber kehidupan masyarakat sekaligus rumah bagi mamalia laut di wilayah selatan Nusa Tenggara Timur.(*)
No Result
View All Result