No Result
View All Result
PEMERINTAH Kabupaten Lembata di bawah kepemimpinan Bupati Petrus Kanisius Tuaq dan Wakil Bupati Muhamad Nasir menegaskan arah pembangunan daerah untuk lima tahun mendatang dengan menempatkan ekonomi rakyat sebagai fokus utama. Visi “Lembata Maju, Lestari, dan Berdaya Saing” diterjemahkan ke dalam enam misi strategis yang diarahkan pada penguatan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga tata kelola pemerintahan yang bersih dan inovatif.
Enam misi pembangunan ini diperinci lagi dalam sembilan prioritas yang dirumuskan dalam Lembata Mandiri, Cerdas, Sehat, Sejahtera, Smart, Tertata, Subur, Unik, dan Prima. Melalui peta jalan pembangunan tersebut, pemerintah daerah menargetkan transformasi menyeluruh pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
Nelayan–Tani–Ternak sebagai Fondasi Ekonomi Rakyat
Pemerintah menjadikan tiga sektor utama—nelayan, petani, dan peternak—sebagai tulang punggung pembangunan ekonomi rakyat. Program-program unggulan disusun untuk memperkuat kapasitas produksi, memperbaiki akses pasar, dan membuka peluang usaha baru.
Dukungan diberikan melalui pembangunan infrastruktur pertanian dan peternakan, seperti jalan usaha tani, ekspansi lahan, jaringan irigasi, bendungan, hingga redistribusi lahan. Pemerintah juga menyiapkan intervensi pasca panen berupa penyediaan alat mesin pertanian, sarana produksi, benih unggul, dan peralatan modern untuk menjaga kualitas hasil.
Pengembangan sembilan klaster agro, peternakan, dan perikanan diarahkan menjadi sumber pertumbuhan baru. Pemerintah menargetkan terbentuknya agroindustri dan agrowisata yang mampu memberikan nilai tambah dari hulu hingga hilir. Pengembangan “Bukit Hog” dan “Bukit Ruminansia” disiapkan sebagai pusat produksi ternak dan pusat tata niaga modern.
Kawasan Botani—yang mencakup Bobu, Tanjung Leur, dan Tobotani—dikembangkan sebagai sentra produksi terpadu untuk jagung, garam, jeruk, dan ternak. Upaya menekan biaya produksi nelayan dilakukan dengan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) agar akses BBM bersubsidi lebih mudah dan terjangkau.
UMKM, koperasi desa, dan pelaku ekonomi kreatif juga mendapat dukungan berupa pembinaan usaha, fasilitas pemasaran, hingga pembangunan pusat oleh-oleh sebagai wadah promosi produk lokal. Penguatan sektor pariwisata dilakukan dengan mengembangkan desa wisata, ruang kreatif kota, serta penataan situs budaya.
Ayam Beku Lokal Jadi Sumber Ekonomi Baru
Salah satu capaian penting program Nelayan–Tani–Ternak (NTT) tampak pada meningkatnya produksi ayam beku lokal. Hingga November 2025, sebanyak 15.777 ekor ayam broiler dipelihara oleh 141 peternak di sembilan kecamatan. Kebutuhan daging ayam lokal Lembata yang mencapai 8.700–14.000 kilogram per bulan kini mulai dipenuhi oleh produksi daerah sendiri.
Setiap tahun sekitar Rp40 miliar uang masyarakat keluar dari Lembata untuk membeli ayam beku dari luar daerah. Dengan meningkatnya produksi lokal, nilai ekonomi ini kini berputar kembali di Kabupaten Lembata. Tahun 2026, pemerintah menargetkan kemandirian daging ayam melalui pemeliharaan 30.000 DOC oleh peternak lokal.
Capaian Lembata Sepanjang Tahun 2025
Selama 2025, Kabupaten Lembata mencatat sejumlah prestasi di berbagai sektor. Pada aspek reformasi birokrasi, akuntabilitas kinerja meningkat dari predikat CC menjadi B. Penyelenggaraan pemerintahan daerah juga naik dari predikat rendah menjadi sedang dan menempati urutan kedua tingkat Provinsi NTT.
Pemerintah daerah juga mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kelima kalinya. Dalam sektor kesehatan, Lembata berhasil mengeliminasi frambusia dan menerima sertifikat bebas frambusia dari Kementerian Kesehatan.
Di bidang kebudayaan, alat musik tradisional “Tatong” ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Di sektor literasi, siswa SDI Lite, Margareta Bengan, terpilih mewakili NTT pada ajang Festival Literasi Perpusnas 2025.
Implementasi Program Prioritas: Peternakan, Pertanian, dan Perikanan
Beberapa pembangunan strategis di sektor peternakan telah berjalan, termasuk pembangunan Bukit Hog, Bukit Ruminansia Kecil dan Besar, serta Laboratorium Kesehatan Hewan. Pusat pemotongan unggas dan fasilitas pembekuan produksi ayam beku juga tengah dikerjakan.
Sektor pertanian mulai menggerakkan produktivitas dengan mencetak sawah baru, ekspansi lahan, pembangunan pusat jajanan lokal, dan penguatan pertanian organik. Pengembangan bawang merah di tiga kelompok tani dilakukan sebagai strategi intervensi harga.
Pada sektor perikanan, pelatihan penangkapan dan budidaya diberikan kepada nelayan. Pemerintah juga menyalurkan kapal penangkap ikan, alat tangkap ramah lingkungan, rumpon, freezer, hingga sarana budidaya rumput laut. Lembata kini tengah menyiapkan diri sebagai salah satu kawasan penunjang produksi garam nasional.
Program cadangan pangan melalui SPHP menyalurkan 432 ton beras ke masyarakat. Pemerintah juga meresmikan Bank Sampah Cahaya Agate Waikomo, menggelar pasar murah bersubsidi, membantu komunitas adat terpencil, serta memberikan dukungan rumah ibadah lintas agama.
Program Unggulan 2026: Dorong Produksi, Perkuat Ketahanan Pangan
Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Lembata menargetkan penguatan melalui klaster unggulan, termasuk pengembangan jagung industri seluas 100 hektar, perbenihan jagung komposit dan pulut, kacang-kacangan, garam, serta ternak besar. Pengelolaan jagung diarahkan pada ketahanan pangan sekaligus pakan ternak.
Pengembangan ternak besar di kawasan Tanjung Baja, pemasaran ruminansia, dan penguatan sentra umbi-sayur menjadi sasaran percepatan produksi pangan.
Transformasi Sosial-Ekonomi Lembata Berlanjut
Capaian Kabupaten Lembata pada 2024 menunjukkan tren yang semakin membaik. Pertumbuhan ekonomi naik menjadi 3,34 persen, kemiskinan ekstrem turun menjadi 1,49 persen, sementara stunting turun drastis menjadi 7,90 persen—peringkat kedua terbaik di NTT.
Peningkatan PDRB per kapita menjadi Rp15,73 juta dan turunnya pengangguran terbuka menjadi 2,18 persen menunjukkan arah kebijakan pembangunan mulai berdampak pada kehidupan masyarakat.
Dengan prioritas pada ekonomi rakyat, pemerataan pembangunan, serta tata kelola yang semakin baik, Lembata menatap lima tahun ke depan dengan optimisme. Pemerintah daerah menegaskan bahwa seluruh agenda ini digerakkan untuk satu tujuan: menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh warga Lembata.
Sumber: Kominfo Kabupaten Lembata
No Result
View All Result